Fenomena “Healing” yang Sedang Tren: Kebutuhan atau Sekadar Gaya?

Fenomena “Healing” yang Sedang Tren: Kebutuhan atau Sekadar Gaya?


---


### Fenomena “Healing” yang Sedang Tren: Kebutuhan atau Sekadar Gaya?


Belakangan ini, kata *“healing”* semakin sering muncul di media sosial. Mulai dari caption liburan di pantai, nongkrong di kafe estetik, sampai sekadar rebahan sambil nonton drama, semua disebut sebagai healing.


**Healing di Media Sosial**

Banyak orang menggunakan kata healing untuk menggambarkan aktivitas melepas penat. Tidak salah memang, karena setiap orang punya cara masing-masing untuk memulihkan diri. Namun, sering kali, healing ditampilkan sebagai sesuatu yang mewah: traveling jauh, staycation di hotel, atau belanja barang branded.


**Healing dalam Makna Sebenarnya**

Kalau kita kembali ke maknanya, healing adalah proses penyembuhan — baik fisik maupun mental. Itu berarti, hal-hal sederhana pun bisa menjadi healing, asalkan benar-benar membuat hati tenang. Misalnya: membaca buku, jalan kaki sore, bercengkerama dengan keluarga, atau menulis jurnal pribadi.


**Opini Pribadi**

Menurut saya, fenomena healing yang viral ada sisi positif dan negatif. Positifnya, orang jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan mental. Negatifnya, makna healing jadi kabur karena sering dianggap sekadar gaya hidup konsumtif.


**Kesimpulan**

Healing sejati tidak selalu tentang tempat indah atau biaya mahal. Healing adalah tentang bagaimana kita memberi ruang untuk diri sendiri, berhenti sejenak, dan menemukan kembali keseimbangan hidup. Jadi, apakah healing itu kebutuhan atau gaya? Jawabannya: tergantung bagaimana kita memaknainya.


---


Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Belajar Mensyukuri Hal Kecil

5 Ritual Self-Care Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental

Menemukan Kedamaian Lewat Melukis