Cerpen: Hujan di Ujung Jalan

Cerpen: Hujan di Ujung Jalan


---


### Cerpen: Hujan di Ujung Jalan


Hujan turun sore itu, pelan tapi pasti. Jalan kecil di depan rumah mulai basah, menyisakan bau tanah yang menenangkan. Dina berdiri di bawah atap, menatap kosong ke arah jalan yang sepi.


Di ujung jalan, ia melihat seorang anak kecil berlari tanpa payung. Bajunya basah, rambutnya menempel di wajah, tapi senyumnya tak pernah hilang. Ia melompat di genangan air, tertawa seolah hujan adalah sahabatnya.


Dina terdiam. Sudah lama ia tidak merasa begitu bebas. Hidupnya penuh rencana, target, dan kekhawatiran. Seakan hujan selalu berarti banjir, macet, dan masalah. Padahal, di mata anak itu, hujan hanyalah permainan indah.


Tanpa sadar, Dina melangkah keluar. Setetes air mengenai pipinya, lalu semakin deras. Ia menengadah, membiarkan hujan membasahi seluruh tubuh. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Dina tersenyum lebar.


Di ujung jalan, anak kecil itu melambai. Dina pun membalas, lalu berjalan ke arah sana. Dalam hati ia berbisik: *“Mungkin kebahagiaan memang sesederhana berani bermain di bawah hujan.”*


---

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Belajar Mensyukuri Hal Kecil

5 Ritual Self-Care Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental

Menemukan Kedamaian Lewat Melukis